Penipuan Minyak Salad: Air Laut yang Meruntuhkan Dua Pialang Wall Street
Seorang pemeriksa dari American Express Field Warehousing Corporation akan menaiki tangga yang dilas pada sisi sebuah tangki penyimpanan di Bayonne, New Jersey, membuka baut lubang atasnya, lalu menurunkan pita ukur bermata pemberat ke dalam kegelapan. Ia menarik pita itu kembali, basah oleh minyak nabati kira-kira sedalam angka yang sudah diberitahukan kepadanya, menuliskan angka tersebut pada papan jepitnya, dan berjalan ke tangki berikutnya. Tidak ada satu pun bagian dari prosedur itu yang dapat mengungkap hal yang sesungguhnya penting: sebagian besar kolom cairan di bawah pita ukur adalah air yang dipompa dari Teluk Newark, dengan minyak kedelai setinggi beberapa kaki mengapung di atasnya.
Atas dasar angka-angka di papan jepit itulah American Express menerbitkan resi gudang. Atas dasar resi itu, lima puluhan bank dan perusahaan komoditas meminjamkan hampir $180 juta kepada Anthony De Angelis. Ketika resi-resi tersebut ternyata menggambarkan minyak yang tidak pernah ada, dua anggota Bursa Efek New York jatuh dalam satu pekan, Bursa untuk pertama kalinya dalam sejarahnya merogoh kantong para anggotanya guna membayar nasabah seorang pialang yang bangkrut, dan salah satu nama keuangan paling terkenal di Amerika menghabiskan empat tahun berikutnya memperdebatkan seberapa besar bagian penipuan itu yang harus ia tanggung.
Lelaki dari Bronx
Anthony De Angelis, yang semua orang memanggilnya Tino, lahir di Bronx pada 1915 dan berhenti sekolah sejak muda untuk bekerja di kios daging di Washington Market. Ia cakap dalam pekerjaan itu. Pada 1949 ia sudah menjadi presiden Adolf Gobel Company, sebuah pengolah daging besar di New Jersey, dan sudah menguasai kiat yang kelak menentukan seluruh kariernya: program pembelian pemerintah bersifat murah hati, dan jumlah pemeriksanya selalu kalah banyak.
Gobel memasok program Undang-Undang Makan Siang Sekolah Nasional, dan pada 1952 ketahuan menagih pemerintah federal $31.000 lebih tinggi untuk pangan bermutu rendah serta mengirim lebih dari dua juta pon daging tanpa pemeriksaan. Pemerintah Yugoslavia menggugat soal lemak babi yang tidak sesuai spesifikasi; pemerintah Jerman Barat juga mengeluhkan mutu. Gobel masuk kepailitan. De Angelis, yang menjabat presiden sepanjang semua itu, tidak dituntut, dan tiga tahun kemudian ia mendirikan Allied Crude Vegetable Oil Refining Corporation di sebidang tepi air di Bayonne.
Usaha Allied sah dalam garis besarnya. Minyak biji kapas dan minyak kedelai adalah komoditas ekspor curah, program Food for Peace mensubsidi pengapalan ke luar negeri, dan seorang penyuling yang mampu membeli murah serta mengapalkan dalam volume besar memang punya perdagangan yang nyata. Pada awal 1960-an Allied menangani porsi yang tidak kecil dari ekspor minyak nabati Amerika, dan De Angelis adalah sosok yang cukup diperhitungkan dalam bisnis komoditas — lelaki bertubuh besar berjas murah, berkantor sederhana, yang konon tidak pernah lupa satu pun tarif angkut.
Gudang yang Bukan Milik Siapa-Siapa
Yang memungkinkan penipuan ini adalah pengaturan bernama field warehousing, sebuah perangkat untuk memberi pinjaman dengan jaminan persediaan yang terlalu besar untuk dipindahkan. Perusahaan pergudangan menyewa satu sudut di lahan si peminjam sendiri, mengambil alih penguasaan hukum atas barang yang tersimpan di sana, lalu menerbitkan resi yang dapat dialihkan untuk dijaminkan peminjam kepada pemberi kredit. Karena si pengelola gudang berdiri di antara peminjam dan bank, bank pun terbebas dari repotnya memeriksa apa pun sendiri.
Sepupu De Angelis, Michael De Angelis, menawarkan kepada American Express Field Warehousing Corporation untuk membuka fasilitas di kompleks tangki Allied di Bayonne. American Express menerima pekerjaan itu. Field warehousing pada masa itu bermarjin tipis, dan penghematan yang lazim adalah merekrut kustodian secara setempat alih-alih menempatkan orang luar di tiap lokasi — yang dalam praktiknya berarti merekrut karyawan si peminjam sendiri dan meminta mereka melapor tentang majikan mereka.
Di Bayonne, American Express membiarkan De Angelis memilih para kustodian. Ia memilih kawan dan kerabat, dan angka pengukuran tangki yang mereka setorkan adalah angka apa pun yang dibutuhkan Allied. Pada kesempatan ketika American Express mengirim pemeriksanya sendiri, hukum fisika menyelesaikan sisanya: minyak mengapung, sehingga tangki yang sembilan persepuluhnya berisi air laut tetap memberikan pembacaan yang benar pada tongkat ukur yang diturunkan dari atas. Bila seorang pemeriksa ingin melihat beberapa tangki, orang-orang Allied memindahkan minyak yang sama dari satu tangki ke tangki lain lewat perpipaan di halaman, mendahului rombongan pemeriksa.
Menjelang musim gugur 1963, resi gudang yang beredar menggambarkan sekitar 900.000 short ton minyak nabati — kira-kira 1,8 miliar pon — tersimpan di Bayonne atas nama Allied. Tangki-tangki itu berisi sekitar 55.000 ton. Resi-resi tersebut juga menyebutkan minyak lebih banyak daripada yang menurut Departemen Pertanian ada di seluruh Amerika Serikat, sebuah kejanggalan yang terlihat oleh siapa pun yang mau menjajarkan kedua angka yang sudah dipublikasikan itu. Tidak ada yang melakukannya, sebab tiap pemberi kredit hanya melihat resinya sendiri, dan tiap resi membawa nama American Express.
Upaya Menyudutkan Pasar
Jaminan palsu adalah sarananya; tujuannya adalah sebuah taruhan. De Angelis memakai uang pinjaman untuk membeli kontrak berjangka minyak biji kapas dan minyak kedelai, dengan teori bahwa posisi beli yang cukup besar akan mengangkat harga, harga yang naik akan menaikkan nilai jaminan di balik pinjamannya, dan itu akan menopang pinjaman berikutnya. Kajian Jerry Markham tentang regulasi komoditas Amerika memperlakukan peristiwa ini sebagai contoh baku sebuah squeeze yang seluruh pendanaannya bersandar pada kertas yang tidak pernah ada (Markham, 2002).
Taruhan itu punya pemicu yang spesifik. Sepanjang 1963 para pedagang memperkirakan Uni Soviet, yang kehilangan sebagian besar panennya, akan membeli biji-bijian dan biji minyak Amerika dalam skala yang menguras pasar. De Angelis memasang posisi berat untuk itu. Pada 15 November Senat Amerika Serikat menghentikan pembahasan perundingan ekspor gandum dengan Moskwa, dan kalangan dagang menyimpulkan bahwa pesanan minyak nabati di balik rumor itu tidak akan datang.
Source: Contemporary New York Produce Exchange and Chicago Board of Trade settlement quotations
Minyak kedelai ditutup pada 9,875 sen per pon hari Jumat 15 November, pada 9 sen hari Senin, dan pada 7,75 sen hari Selasa 19 November. Penurunan sedikit di atas dua sen terdengar sepele. Terhadap posisi yang dibangun dengan uang pinjaman di atas marjin tipis, penurunan itu mematikan, dan datang tepat pada saat De Angelis membutuhkan jaminannya bernilai lebih tinggi, bukan lebih rendah. Allied Crude Vegetable Oil Refining mengajukan kepailitan pada hari Selasa itu juga. New York Produce Exchange, tempat sebagian besar minyak biji kapas diperdagangkan, menghentikan transaksi kontrak tersebut dan tidak pernah benar-benar merebut kembali bisnis itu; dalam beberapa tahun ia berhenti berfungsi sebagai pasar komoditas sama sekali.
Dua Pialang dan Dua Puluh Ribu Nasabah
Keruntuhan Allied mendarat lebih dulu pada firma-firma yang memegang rekening berjangkanya. Yang terbesar adalah Ira Haupt & Co., anggota Bursa Efek yang tua dan terpandang, dengan sekitar dua puluh ribu nasabah yang sebagian besarnya belum pernah mendengar soal minyak nabati. Haupt membiarkan Allied berdagang dengan marjin tipis, dan melangkah lebih jauh dari itu: ia meminjam dari bank dengan jaminan resi gudang Allied lalu menyalurkan kembali hasilnya kepada kliennya.
Ketika bursa-bursa menagih tambahan marjin sekitar $14,1 juta atas posisi Allied, Haupt tidak sanggup menyediakannya, dan resi yang telah ia jaminkan kepada Chase Manhattan, First National City, Morgan Guaranty serta Manufacturers Hanover hanya bernilai sepersekian dari nilai nominalnya. Sebuah pengadilan federal kemudian mencatat mekanismenya tanpa hiasan: urusan Haupt dengan Allied menyebabkan "rasio aset terhadap liabilitas Ira Haupt & Co. jatuh di bawah persyaratan minimum Bursa Efek New York dan Securities and Exchange Commission." Bursa menangguhkan firma itu pada 20 November 1963, bersama J.R. Williston & Beane yang memegang bagian lebih kecil dari rekening yang sama. Pada 21 November besarnya lubang itu, dalam kalimat pengadilan, berada "di kisaran dua puluh juta dolar."
| Tanggal (1963) | Peristiwa |
|---|---|
| 15 November | Senat menghentikan perundingan gandum Soviet; minyak kedelai ditutup 9,875 sen |
| 19 November | Allied Crude Vegetable Oil mengajukan pailit; minyak ditutup 7,75 sen |
| 20 November | NYSE menangguhkan Ira Haupt & Co. dan J.R. Williston & Beane |
| 22 November | Kennedy ditembak; perdagangan dihentikan pukul 14.07; Dow ditutup 711,49 |
| 25 November | Bursa dan bank kreditur menandatangani kesepakatan penyelamatan Haupt |
| 26 November | Pasar dibuka lagi; Dow naik 32,03 poin, kenaikan harian terbesar saat itu |
Dua hari setelah penangguhan itu, pada sore Jumat 22 November, Presiden Kennedy ditembak di Dallas. Bursa menghentikan perdagangan pukul 14.07 dengan Dow Jones Industrial Average di 711,49, turun 21,16 poin pada hari itu, dan tetap tutup sampai Senin untuk pemakaman. Apa pun lagi yang dilakukan penutupan itu, ia memberi para gubernur Bursa satu akhir pekan yang tanpa itu tidak akan mereka punya.
Akhir Pekan Ketika Bursa Memutuskan Membayar
Tidak ada yang mewajibkan Bursa Efek New York melindungi nasabah anggota yang pailit. Kegagalan pialang pada 1963 berarti nasabah ikut mengantre sebagai kreditur umum dan menunggu bertahun-tahun untuk memperoleh beberapa sen per dolar. Para gubernur Bursa memandang dua puluh ribu nasabah semacam itu, memandang pasar yang sebentar lagi dibuka kembali seusai pembunuhan seorang presiden, dan menyimpulkan bahwa antrean itulah bahaya yang lebih besar.
Mereka bersidang sepanjang akhir pekan. Pada Senin 25 November, lima hari setelah Haupt menutup pintunya, Bursa, bank-bank kreditur Haupt dan para sekutu umum firma itu menandatangani kesepakatan yang syaratnya kemudian dipaparkan Pengadilan Banding Sirkuit Kedua dengan gamblang: "Bursa menalangi $9.500.000 untuk membayar para kreditur nasabah Haupt; bank-bank sepakat menunda tagihan mereka terhadap Haupt sebesar dua dolar untuk setiap satu dolar yang ditalangi Bursa." Bursa mengumpulkan bagiannya dengan memungut iuran dari para anggotanya, dan komitmen yang akhirnya dilaporkan mencapai sekitar $12 juta. Charles Seligson ditunjuk sebagai kurator kepailitan Haupt dan menghabiskan beberapa tahun berikutnya membereskan sisa-sisanya.
Pasar dibuka lagi pada Selasa 26 November. Dow naik 32,03 poin ke 743,52, kenaikan 4,5 persen dan pada tanggal itu merupakan lonjakan harian terbesar dalam sejarah indeks tersebut. Nasabah Haupt memperoleh efek mereka kembali. Tidak ada rush pada pialang mana pun, dan itulah seluruh maksud dari langkah tersebut.
Berapa Ongkosnya
Kerugian di sisi pemberi kredit berjumlah lebih dari $180 juta, setara kira-kira dua miliar dolar hari ini. Bunge Corporation dan Continental Grain menanggung kerugian; demikian pula bank-bank di New York, Inggris dan Israel yang mendiskontokan kertas Allied tanpa pernah melihat Bayonne.
American Express memikul beban tunggal terberat, dan pertanyaan yang dihadapi dewan direksinya adalah apakah ia memang harus. Resi itu diterbitkan oleh sebuah anak perusahaan, dan pembelaan hukum yang gigih bisa saja membatasi eksposur induknya atau mendorong anak perusahaan itu ke kepailitan. Perusahaan memilih membayar, dengan alasan bahwa firma yang seluruh usahanya adalah cek perjalanan dan kartu tagihan tidak boleh terlihat mengingkari kertas terbitannya sendiri. American Express menyelesaikan klaim sekitar $60 juta, didanai dari cadangan, pemulihan asuransi dan utang baru.
Para pemegang sahamnya kurang setenang itu. Sahamnya turun dari sekitar $65 pada Oktober 1963 ke sekitar $37 pada Januari 1964, penurunan lebih dari empat puluh persen dalam sembilan puluh hari. Warren Buffett, yang saat itu mengelola sebuah persekutuan dari Omaha, menghabiskan dua tahun berikutnya membelinya, akhirnya menanamkan sekitar $13 juta — kira-kira empat puluh persen modal persekutuan itu — atas penilaian bahwa waralaba kartu tagihan dan cek perjalanan sama sekali tak tersentuh oleh apa pun yang terjadi di New Jersey. Catatan Roger Lowenstein memperlakukannya sebagai transaksi ketika Buffett untuk pertama kali mengedepankan pembacaan kualitatif atas sebuah usaha melawan pembacaan kuantitatif atas neracanya (Lowenstein, 1995). Ia melepas sebagian besar posisinya pada pertengahan 1967 di kisaran $92,50.
De Angelis mengaku bersalah atas empat dakwaan dan dijatuhi hukuman dua puluh tahun. Ia menjalani tujuh tahun dan bebas pada 1972. Norman C. Miller dari The Wall Street Journal, yang liputannya atas skema ini memenangi Hadiah Pulitzer 1964 untuk pelaporan nasional dan setahun kemudian menjadi buku, tidak menemukan bukti bahwa ada orang di American Express yang terlibat; yang ia temukan adalah rantai orang-orang yang masing-masing mengandalkan orang lain untuk sudah memeriksanya (Miller, 1965). Profil De Angelis yang dimuat Time ketika para kurator sedang menghitung isi tangki terbit dengan judul "The Man Who Fooled Everybody."
Apa yang Ditinggalkan Penipuan Itu
Field warehousing tidak pernah pulih. Para pemberi kredit terbiasa memperlakukan resi gudang sebagai dokumen yang membuat verifikasi fisik menjadi tak perlu, dan Bayonne memperlihatkan bahwa sebuah resi hanya sebaik independensi orang yang menghitung barangnya — pelajaran yang harus dipelajari ulang oleh bank-bank yang mendanai posisi tembaga Sumitomo pada 1990-an dan oleh setiap orang yang menerima laporan kustodian begitu saja dalam penipuan Madoff. Kelemahan struktural yang khas di Allied adalah bahwa para kustodian menerima upah dari pihak yang persediaannya sedang mereka sertifikasi, kelemahan yang sama yang muncul kembali setiap kali seorang auditor, lembaga pemeringkat atau pengelola gudang dibayar oleh subjek laporannya.
Regulator komoditas menarik kesimpulan yang lebih sempit tentang batas posisi dan marjin pada kontrak biji minyak, dan upaya menyudutkan pasar yang dicoba De Angelis, bila ditengok kembali, tampak seperti gladi bersih yang kekurangan dana bagi upaya kakak-beradik Hunt menguasai perak pada 1980: aritmetika yang sama, ketergantungan yang sama pada uang pinjaman, penemuan yang sama bahwa sebuah corner runtuh begitu pendanaannya runtuh.
Konsekuensi yang paling awet justru di sisi efek, dan bukan sesuatu yang hendak ditegakkan Bursa. Dengan membayar nasabah Haupt, Bursa Efek New York untuk pertama kalinya menetapkan bahwa kepailitan sebuah firma anggota adalah persoalan Bursa, bukan kemalangan nasabah. Preseden itu diuji sampai patah tujuh tahun kemudian, ketika krisis administrasi 1967 sampai 1970 mengubur lebih dari seratus firma dan memperjelas bahwa dana sukarela yang dirakit para gubernur dalam satu akhir pekan tidak sanggup menyerap gelombang kegagalan. Kongres menggantinya dengan skema perundang-undangan, dan Richard Nixon menandatangani Securities Investor Protection Act pada 30 Desember 1970.
Catatan Alice Schroeder tentang pembelian Buffett menyebutkan bahwa orang-orang yang memimpin American Express menghabiskan musim dingin itu memperdebatkan sebuah kewajiban yang tidak mereka timbulkan dan yang besar kemungkinan bisa mereka hindari (Schroeder, 2008). Mereka membayarnya karena pilihan lainnya adalah menjelaskan kepada para pemegang cek perjalanan senilai beberapa miliar dolar mengapa tanda tangan perusahaan di atas selembar kertas ternyata bernilai lebih kecil daripada yang mereka kira. Itulah eksposur yang sebenarnya, dan tidak ada satu pun tangki di Bayonne yang ada hubungannya dengan hal tersebut.
Terkait
Historical records Pelajari lebih lanjut tentang metodologi kami.